Perhelatan akbar sudah dimulai! Edisi ke-14 dari Euro Cup ditandai dengan partai pembuka antara Polandia dan Yunani di Warsawa. Turnamen diadakan di dua negara, Ukraina dan Polandia, yang merupakan ketiga kalinya Euro dilaksanakan di dua negara setalah Belanda-Belgia di tahun 2000 dan Austria-Swiss di 2008.
Kompetisi ini seperti mini World Cup karena dominasi yang begitu kuat dari negara-negara Eropa dalam dunia sepakbola terlihat dari ranking dunia yang dikeluarkan FIFA di mana 7 dari 10 negara peringkat teratas adalah berasal dari Eropa. Spanyol sekarang masih menduduki urutan pertama dan Jerman Belanda di urutan 3 dan 4. Kebetulan memang 3 negara itulah yang memiliki kans tertinggi untuk mendapatkan piala Henry Delaunay yang pernah direbut oleh 9 negara. Jerman memiliki prestasi tertinggi dengan merebut 3 kali diikuti oleh Spanyol dan Perancis dengan 2 kali mengangkat piala yang sama.
Melihat dari peluang masing-masing tim, memang Spanyol masih sangat layak diunggulkan, tapi menurut saya Spanyol tidak sekuat 2 tahun lalu ketika mereka berhasil menjadi juara dunia pertama kalinya. Bukan karena taktiknya tidak seatraktif dulu tapi lebih disebabkan pola permainan mereka sudah mudah tertebak. Skema yang digunakan mirip sekali dengan apa yang diterapkan di Barcelona dan banyak tim sudah bisa mencari kelemahan dari taktik tersebut. Sehingga, Vicente del Bosque sebagai pelatih harus berpikir keras demi mempertahankan kedigdayaan Spanyol di Eropa dan dunia. Xavi dan Iniesta akan menjadi tumpuan utama kembali tapi kelemahan terbesar terletak pada pemain depan. Tidak adanya pemain yang mirip dengan Messi atau setidaknya dapat menggantikan David Villa yang cedera akan menjadi faktor utama. Torres masih terlihat belum menemukan kepercayaan dirinya kembali dan Llorente masihlah terlalu hijau untuk turnamen besar. Tapi saya tetap melihat Spanyol akan menembus minimal partai semifinal.
Ancaman terbesar datang dari runner up 4 tahun lalu, Jerman. Joachim Loew terlihat makin matang dalam meramu strategi. Di dukung oleh talenta-talenta muda yang bersinar di klub mereka seperti Oezil, Muller, Gotze, dan Kroos. Didampingi oleh pemain-pemain yang sudah matang layaknya Klose, Lahm, dan Schweinsteiger, sepertinya Jerman terlihat jauh lebih siap dibandingkan tim lainnya yang berlaga di sini. Dua kali mengalami kegagalan disebabkan oleh tim yang sama, Spanyol, menimbulkan motivasi tersendiri bagi para Dez Panzer untuk berbicara lebih di ajang ini. Kelemahan terbesar dari tim ini terletak pada mental, mungkin karena terlalu banyak pemain yang masih muda sehingga terlihat sekali pada saat mereka mengalami pressure yang kuat, kadang permainan menjadi tidak seefektif biasanya. Ini terlihat sekali pada World Cup kemarin. Setelah berhasil membantai Inggris dan Argentina, Jerman terlihat grogi pada saat menghadapi Spanyol. Mudah-mudahan hal itu tidak terjadi lagi di sini sehingga kita dapat melihat partai-partai menarik apalagi mereka harus langsung berhadapan dengan Portugal dan juga Belanda di partai perdana.
Belanda menjejakkan kaki ke turnamen ini dengan asa pembalasan atas kegagalan mereka di final Piala Dunia kemarin. Dengan bermodalkan komposisi pemain yang kurang lebih sama, mereka akan lebih berusaha menterjemahkan strategi pelatih Bert van Marwijk dalam permainan yang lebih efektif. Maklum mereka tiga kali masuk final Piala Dunia tanpa pernah sekalipun merasakan mengangkat piala tersebut. Dan lebih akrab dengan sebutan Juara tanpa Mahkota. Van Persie, Robben, Sneijder, dan De Jong tidak mau mengalami kegagalan kembali. Dengan mengusung formasi 4-2-3-1 yang mirip dengan Arsenal dan Bayern Muenchen, diharapkan para pemain tidak merasa sulit beradaptasi dengan skema yang ditawarkan. Barisan belakang masih menjadi lapisan yang paling rentan untuk Belanda. Sulitnya mencari pengganti Heitinga, Boulahrouz, Mathijsen yang mulai uzur membuat barisan belakang terkadang keteteran menghadapi lawan yang jauh lebih muda. Pertandingan melawan Denmark, Jerman, dan Portugal akan menjadi tes bagi skuad Oranje untuk menguji ketahanan mereka di dalam turnamen-turnamen besar.
Tapi jangan lupa dengan Italia, Inggris, Perancis, dan Portugal. Ke empat negara ini mungkin saja akan mengejutkan di turnamen ini. Saya memiliki feeling kuat kalau Perancis mempunyai potensi untuk tampil mengesankan. Laurent Blanc sepertinya berhasil membawa para pemainnya dalam motivasi tinggi dan memperkenalkan skema baru dengan melihat pertahanan yang solid dan mengedepankan gelandang yang kreatif seperti Ribery atau M'Vila. Sang goleador, Karim Benzema terlihat semakin matang setelah digembleng di Santiago Bernabeu bersama Real Madrid.
Italia sepertinya masih angin-anginan, dengan komposisi pemain yang kebanyakan muka baru, dan tidak bakunya formasi yang disodorkan oleh Cesare Prandelli, agak sulit bagi Italia sepertinya, apalagi ketergantungan yang terlalu tinggi kepada Andrea Pirlo membuat tim ini kesulitan mengembangkan permainan jika sang maestro dijaga ketat atau tidak bermain.
Persiapan yang minim dari Inggris juga menjadi kendala utama. Roy Hodgson cenderung memilih pemain yang bisa bekerja sama dengan dia bukan yang memang terbaik di posisinya. Wajar karena waktu yang sempit tapi kekompakan tim menjadi taruhan utama. Apalagi dengan cederanya Lampard dan Cahill ditambah Rooney yang masih terkena larangan bermain di dua pertandingan awal, membuat Inggris mungkin agak terseok-seok walaupun tidak menutup kans mereka untuk tetap lolos minimal ke perempat final.
Walaupun masih berkisar antara 3 kekuatan utama, tapi Euro akan tetap menjadi sangat menarik dengan kejutan yang mungkin akan dihadirkan di sini. Jangan lupa masih ada Rusia, Kroasia, Swedia, Denmark, Rep. Ceska dan Yunani yang masih berpotensi untuk menghadirkan ancaman terhadap kekuatan-kekuatan utama tadi.
Apapun yang terjadi, Euro 2012 sangat layak untuk ditunggu dan dinikmati... So, welcome Euro 2012 atau вітати ЄВРО.... (dalam bahasa Ukraina).

