Only one word... Incredible!
Itulah kesan yang saya dapat ketika melihat pertandingan yang baru saja selesai Final UEFA Champions League (UCL) antara Bayern Munchen dengan Chelsea. UCL kali ini sangat menarik, kalau Barcelona, Madrid atau bahkan Munchen yang juara, tidaklah sesuatu yang mengejutkan, tapi Chelsea berhasil mendobrak dominasi para juara ini dan menjadi pemenang untuk pertama kalinya.
Sebelum pertandingan, kebanyakan orang akan menduga Bayern-lah yang akan tampil sebagai pemenang. Walaupun di liga mereka terseok-seok, namun penampilan di UCL sangatlah mengesankan. Apalagi untuk pertama kalinya di Final UCL, di mana tim dari tempat berlangsungnya final menjadi finalis. FYI, tempat pertandingan final UCL ditentukan di awal. Untuk 2011/2012, UEFA sudah menentukan Allianz Arena (kandang Bayern) sebagai tempat pertandingan final, eh Bayern-nya malah masuk final juga. Wajar banyak orang memilih Bayern akan menjadi juara. Sedangkan Chelsea, di English Premier League (EPL) saja mereka peringkat ke-enam, masuk ke final pun sedikit kesulitan.
Dimulai dengan permainan hati-hati dan cenderung lambat (tipikal pertandingan final), semua penonton akan sekali lagi mengkonfirmasi prediksi mereka bahwa Bayern akan juara setelah Mueller mencetak gol di menit ke-82. Chelsea underdog...., namun mereka dapat memberikan perlawanan melalui gol Drogba 2 menit sebelum babak kedua berakhir. Akhirnya perpanjangan waktu pun dilakukan.
Beberapa saat, penonton kembali berpikir Bayern akan juara setelah mereka mendapatkan tendangan penalti hasil pelanggaran Drogba terhadap Ribery. Tapi lagi-lagi dipatahkan oleh Chelsea melalui kiper andalan mereka, Petr Cech. Dan dilakukanlah adu penalti karena setelah 120 menit, tak ada pemenang.
Lagi-lagi, Bayern di atas angin ketika hingga penendang ketiga, mereka berhasil memanfaatkan tendangan penalti sedangkan Chelsea tertinggal 1 gol. Namun juga, lagi-lagi (lama2 jadi gila-gila, kekeke) Chelsea berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak gol dari dua penendang terakhir dan Cech berhasil menggagalkan satu penendang Bayern dan satu lagi terkena tiang. Chelsea-lah juaranya.
Kalau diambil hikmahnya, saya berpikir, inilah hidup. Banyak orang mengunderestimate Chelsea melihat dari keadaan mereka yang tidak stabil. Perpindahan pelatih, perpecahan antar pemain, masalah isu rasial, dan sebagainya. Apalagi mereka melawan tim-tim yang sudah dianggap lebih mapan, seperti Benfica, Napoli, bahkan Barcelona. Pada saat melawan Napoli, pertandingan pertama mereka kalah 1-3, namun bangkit dengan membungkam lawan yang sama dengan 4-1. Menghadapi Benfica, mereka hampir tersingkir pada pertandingan kedua tertinggal 0-1 namun berhasil dibalikkan dengan 2-1. Di semifinal lebih gila lagi, kalah ball possession 70:30 dari Barcelona namun mereka berhasil lagi lolos dengan aggregate 3-2. Puncaknya mereka mengalahkan Bayern yang notabene tuan rumah. Tidak banyak yang mengira, sekali lagi, tidak banyak yang mengira bahwa mereka akan juara. Bahkan fans Chelsea sekali pun, cuma harapan saja. Tapi merekalah juaranya. Bukan Barcelona dengan taktik tiki taka yang memukau dunia, Bayern dengan sepakbola kolektifnya yg merupakan miniatur timnas Jerman, atau Napoli sang pendobrak baru dengan permainan efektif dan tiga trisulanya. Ditambah Madrid dan Manchester City yang bergelimang harta. Chelsea lah yang menang dengan kerja keras dan pantang semangatnya.
Cara berpikir orang lain memang tidak bisa diubah apalagi dikontrol. Biarlah mereka meng-underestimate kita. Yang menjadi hal yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya. Chelsea memberikan pelajaran untuk saya, bahwa jangan putus asa, terus semangat dan pantang menyerah, Biarlah mereka yang merevisi kembali opininya bukan karena paksaan tapi karena hasil yang kita bawa. Dan jangan pula membenci mereka, karena dengan adanya mereka, motivasi kita bertambah, coba kalau adem ayem aja, mungkin tidak ada perubahan yang berarti dalam hidup. Semangat!!!
Again, congratulations to our new champs, Chelsea. Mudah2an terus dapat menularkan filosofi2 baik di dalam sepakbola, dan doain juga Arsenal bisa seperti kalian... tetep ngarep :p
Dari Allianz Arena, Munchen.... Ito melaporkan....

No comments:
Post a Comment