Sunday, July 01, 2012

FINISHIN' UNFINISHED !!

Never get bored... perasaan yang selalu saya rasakan untuk sepakbola, khususnya sajian Euro 2012 ini. Walaupun officially, Euro ini tidak memberikan hadiah manis untuk saya dengan tersingkirnya Belanda secara tragis, tapi tetap memberikan cerita-cerita menarik. Setelah melewati 30 pertandingan dan 69 gol yang tercipta, akhirnya terpilih dua timnas terbaik selama turnamen, Spanyol dan Italia.

Bagi sebagian besar penikmat sepakbola, masuknya Spanyol ke final tampaknya tidak menjadi sesuatu kejutan jika melihat track record mereka di 5 tahun terakhir dengan memukau dunia melalui tiki taka nya. Menjuarai Euro 2008 dan World Cup 2010 secara berturutan, Spanyol kini siap untuk mengukir sejarah baru dengan menjadi satu-satunya tim di dunia yang dapat menjuarai 3 turnamen besar secara berturutan di mana Jerman (waktu itu masih Jerman Barat) dan Perancis tidak berhasil melakukannya. Hanya tinggal satu rintangan lagi untuk mereka untuk mencatatkan tinta emas di dalam percaturan dunia sepakbola, cuma Italia... cuma Italia. Tapi tunggu dulu, Italia ini memang ajaib, selalu bermain baik pada saat setiap penonton tidak memperkirakannya. Begitu pula sebaliknya, kadang bermain kurang maksimal pada pertandingan yang sebetulnya bisa mereka menangkan dengan mudah.

Saya mencoba flash back ke Euro 2008, pada saat Spanyol menjuarai turnamen dengan mengalahkan Jerman 1-0 di final. Vicente del Bosque waktu itu berkilah bahwa kunci juara Spanyol dalam turnamen itu bukanlah pertandingan final yang mereka menangkan, tapi justru pada perempat final melawan Italia di mana mereka melewatinya dengan sangat sulit dan harus melalui tos-tosan adu penalti. Memang dari awal, Spanyol selalu kesulitan jika menghadapi tipe permainan Italia yang sangat solid di belakang dan dipagari oleh dua gelandang bertahan yang oke punya. Italia memang selalu diberkahi oleh gelandang-gelandang bertahan yang mumpuni dan dapat berperan sebagai playmaker pada saat bersamaan. Dimulai dengan jamannya Giuseppe Meazza, Marco Tardelli, Carlo Ancelotti, Angelo di Livio, hingga jamannya De Rossi dan Pirlo sekarang ini.
Terbukti jelas bagaimana Jerman merasa kebingungan pada saat berhadapan dengan dua pemain ini, handal dalam merebut bola dan mempertahankannya, kemudian tiba-tiba memberikan operan yang sangat akurat dan membahayakan.

Spanyol juga memiliki catatan yang bagus untuk jumlah kebobolan selama turnamen berlangsung. Hanya satu gol saja yang bersarang di gawang Iker Cassilas... dan itu dilesakkan oleh Antonio di Natale di pertandingan pertama melawan Italia yang berakhir 1-1. Bukti bahwa memang hanya Italia yang sangat sulit dikalahkan pada saat berhadapan dengan Spanyol.

Taktik dari pelatih cerdas sekelas Cesare Perrandelli sangat dibutuhkan sekarang. Pada laga awal melawan Spanyol, dia menurunkan hanya 3 pemain belakang, yaaa... cuma tiga saja dan salah satunya De Rossi yang notabene seorang gelandang. Menumpuk di tengah dengan 5 orang untuk memutuskan bola-bola aliran Spanyol memang ternyata sangat efektif. Namun sayang, mereka agak lengah di menit akhir sehingga Fabregas dapat menyamakan kedudukan. Tapi dunia sudah dibuat terkagum-kagum dengan apa yang Italia coba lakukan. Dan terbukti mereka melenggang ke final.

Masalah utamanya adalah Spanyol sudah tahu taktik ini, dan pastinya akan del Bosque akan meramu kembali taktik mereka untuk menghadapi pressure-pressure gelandang bertahan Italia. Skema "False 9" yang selalu digunakan mungkin akan dirubah sedikit, untuk mencari celah di dalam pertahanan Italia. "False 9" yang tidak menggunakan striker murni ini memang berhasil untuk mengecoh lawan pada saat akan melakukan man to man marking, tapi sepertinya tipe pertahanan yang digalang Italia terlalu kokoh dan lebih memainkan zona marking. Crossing pun sering patah di kepala Chielini, dribbling akan dihadang tackling dari Bonucci, sehingga satu-satunya cara adalah dengan tusukkan-tusukkan langsung yang dikombinasikan dengan pergerakan without ball setiap pemain tengahnya. Dan tetap berusaha mematikan Pirlo juga Marchisio untuk memberikan sedikit pressure pada pemain Italia yang lain.

Akhirnya mental akan menjadi penentu, dua kapten yang sudah sangat teruji untuk masalah seperti ini akan menjadi tulang punggung untuk selalu menyemangati dan mempertahankan kekompakan tim. Buffon dan Cassilas memang sudah menjadi kiper terbaik dunia abad ini ke satu dan ke dua, keduan pun pernah mengangkat Piala Dunia, tapi pertandingan bergengsi ini tidak akan menjadi ajang buat keduanya untuk tetap bersaing di level tingkat tinggi. Keduanya sudah membuktikan kehandalan dalam menghadang adu penalti, tapi saya yakin kedua tim akan menghindari adu penalti.

Besok akan menjadi penentuannya, Spanyol dan Italia akan menyelesaikan urusan mereka yang belum selesai... Are you ready? Let's enjoy the game... :)

Saturday, June 09, 2012

вітати ЄВРО - Welcoming EURO

Perhelatan akbar sudah dimulai! Edisi ke-14 dari Euro Cup ditandai dengan partai pembuka antara Polandia dan Yunani di Warsawa. Turnamen diadakan di dua negara, Ukraina dan Polandia, yang merupakan ketiga kalinya Euro dilaksanakan di dua negara setalah Belanda-Belgia di tahun 2000 dan Austria-Swiss di 2008.

Kompetisi ini seperti mini World Cup karena dominasi yang begitu kuat dari negara-negara Eropa dalam dunia sepakbola terlihat dari ranking dunia yang dikeluarkan FIFA di mana 7 dari 10 negara peringkat teratas adalah berasal dari Eropa. Spanyol sekarang masih menduduki urutan pertama dan Jerman Belanda di urutan 3 dan 4. Kebetulan memang 3 negara itulah yang memiliki kans tertinggi untuk mendapatkan piala Henry Delaunay yang pernah direbut oleh 9 negara. Jerman memiliki prestasi tertinggi dengan merebut 3 kali diikuti oleh Spanyol dan Perancis dengan 2 kali mengangkat piala yang sama.

Melihat dari peluang masing-masing tim, memang Spanyol masih sangat layak diunggulkan, tapi menurut saya Spanyol tidak sekuat 2 tahun lalu ketika mereka berhasil menjadi juara dunia pertama kalinya. Bukan karena taktiknya tidak seatraktif dulu tapi lebih disebabkan pola permainan mereka sudah mudah tertebak. Skema yang digunakan mirip sekali dengan apa yang diterapkan di Barcelona dan banyak tim sudah bisa mencari kelemahan dari taktik tersebut. Sehingga, Vicente del Bosque sebagai pelatih harus berpikir keras demi mempertahankan kedigdayaan Spanyol di Eropa dan dunia. Xavi dan Iniesta akan menjadi tumpuan utama kembali tapi kelemahan terbesar terletak pada pemain depan. Tidak adanya pemain yang mirip dengan Messi atau setidaknya dapat menggantikan David Villa yang cedera akan menjadi faktor utama. Torres masih terlihat belum menemukan kepercayaan dirinya kembali dan Llorente masihlah terlalu hijau untuk turnamen besar. Tapi saya tetap melihat Spanyol akan menembus minimal partai semifinal.

Ancaman terbesar datang dari runner up 4 tahun lalu, Jerman. Joachim Loew terlihat makin matang dalam meramu strategi. Di dukung oleh talenta-talenta muda yang bersinar di klub mereka seperti Oezil, Muller, Gotze, dan Kroos. Didampingi oleh pemain-pemain yang sudah matang layaknya Klose, Lahm, dan Schweinsteiger, sepertinya Jerman terlihat jauh lebih siap dibandingkan tim lainnya yang berlaga di sini. Dua kali mengalami kegagalan disebabkan oleh tim yang sama, Spanyol, menimbulkan motivasi tersendiri bagi para Dez Panzer untuk berbicara lebih di ajang ini. Kelemahan terbesar dari tim ini terletak pada mental, mungkin karena terlalu banyak pemain yang masih muda sehingga terlihat sekali pada saat mereka mengalami pressure yang kuat, kadang permainan menjadi tidak seefektif biasanya. Ini terlihat sekali pada World Cup kemarin. Setelah berhasil membantai Inggris dan Argentina, Jerman terlihat grogi pada saat menghadapi Spanyol. Mudah-mudahan hal itu tidak terjadi lagi di sini sehingga kita dapat melihat partai-partai menarik apalagi mereka harus langsung berhadapan dengan Portugal dan juga Belanda di partai perdana.

Belanda menjejakkan kaki ke turnamen ini dengan asa pembalasan atas kegagalan mereka di final Piala Dunia kemarin. Dengan bermodalkan komposisi pemain yang kurang lebih sama, mereka akan lebih berusaha menterjemahkan strategi pelatih Bert van Marwijk dalam permainan yang lebih efektif. Maklum mereka tiga kali masuk final Piala Dunia tanpa pernah sekalipun merasakan mengangkat piala tersebut. Dan lebih akrab dengan sebutan Juara tanpa Mahkota. Van Persie, Robben, Sneijder, dan De Jong tidak mau mengalami kegagalan kembali. Dengan mengusung formasi 4-2-3-1 yang mirip dengan Arsenal dan Bayern Muenchen, diharapkan para pemain tidak merasa sulit beradaptasi dengan skema yang ditawarkan. Barisan belakang masih menjadi lapisan yang paling rentan untuk Belanda. Sulitnya mencari pengganti Heitinga, Boulahrouz, Mathijsen yang mulai uzur membuat barisan belakang terkadang keteteran menghadapi lawan yang jauh lebih muda. Pertandingan melawan Denmark, Jerman, dan Portugal akan menjadi tes bagi skuad Oranje untuk menguji ketahanan mereka di dalam turnamen-turnamen besar.

Tapi jangan lupa dengan Italia, Inggris, Perancis, dan Portugal. Ke empat negara ini mungkin saja akan mengejutkan di turnamen ini. Saya memiliki feeling kuat kalau Perancis mempunyai potensi untuk tampil mengesankan. Laurent Blanc sepertinya berhasil membawa para pemainnya dalam motivasi tinggi dan memperkenalkan skema baru dengan melihat pertahanan yang solid dan mengedepankan gelandang yang kreatif seperti Ribery atau M'Vila. Sang goleador, Karim Benzema terlihat semakin matang setelah digembleng di Santiago Bernabeu bersama Real Madrid.

Italia sepertinya masih angin-anginan, dengan komposisi pemain yang kebanyakan muka baru, dan tidak bakunya formasi yang disodorkan oleh Cesare Prandelli, agak sulit bagi Italia sepertinya, apalagi ketergantungan yang terlalu tinggi kepada Andrea Pirlo membuat tim ini kesulitan mengembangkan permainan jika sang maestro dijaga ketat atau tidak bermain.

Persiapan yang minim dari Inggris juga menjadi kendala utama. Roy Hodgson cenderung memilih pemain yang bisa bekerja sama dengan dia bukan yang memang terbaik di posisinya. Wajar karena waktu yang sempit tapi kekompakan tim menjadi taruhan utama. Apalagi dengan cederanya Lampard dan Cahill ditambah Rooney yang masih terkena larangan bermain di dua pertandingan awal, membuat Inggris mungkin agak terseok-seok walaupun tidak menutup kans mereka untuk tetap lolos minimal ke perempat final.

Walaupun masih berkisar antara 3 kekuatan utama, tapi Euro akan tetap menjadi sangat menarik dengan kejutan yang mungkin akan dihadirkan di sini. Jangan lupa masih ada Rusia, Kroasia, Swedia, Denmark, Rep. Ceska dan Yunani yang masih berpotensi untuk menghadirkan ancaman terhadap kekuatan-kekuatan utama tadi.

Apapun yang terjadi, Euro 2012 sangat layak untuk ditunggu dan dinikmati... So, welcome Euro 2012 atau вітати ЄВРО.... (dalam bahasa Ukraina).

PS. Saya sih masih tetep jagoin Belanda... :p

Thursday, June 07, 2012

Saya PAKSA kamu masuk surga!

Pertama kali saya mendengar kalimat ini, saya langsung shock dan berpikir jauh ke dalam dari makna kalimat tersebut. Apa sejauh itu ya muslim di masa sekarang ini, sampai masuk surga saja harus dipaksa. Hal ini menjadi kekhawatiran sang Khatib yang pada saat itu tentang kondisi umat akhir-akhir ini. Beliau adalah Ustadz Al-Khair Hari Moekti. Ya, Hari Moekti yang dulunya penyanyi itu. Beliau sekarang jadi juru dakwah dan juga terlibat langsung dalam kegiatan BWA (Badan Waqaf Al Quran).

Topik dibuka dengan berbagai macam hal yang terjadi di dunia ini memperlihatkan banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh umat muslim di Indonesia, apalagi pada generasi muda di mana berkembangnya paham hedonisme dan permisvisme. Hedonisme adalah paham yang mengutamakan pemuasan nafsu duniawi semata, sedangkan permisivisme adalah paham yang serba membolehkan segalanya. Padahal kita yakin kalau di sekolah mereka, diajarkan ilmu tentang agama. Ya mau tidak mau saya juga berpikir bahwa pendidikan kita masih terlalu sekuler dengan memisahkan pelajaran agama dan pelajaran ilmu lainnya. Menurut saya sebaiknya pendidikan agama memang harus ada tapi juga diterapkan pada pelajaran ilmu-ilmu selainnya jadi ilmu dengan agama terapan begitulah kira2.

Kembali ke topik, sebetulnya mereka tahu mana yang benar dan mana yang salah, tapi masalah utamanya adalah tidak dilaksanakan. Bukan hanya generasi muda, tapi juga sekitarnya yang seakan2 tidak peduli tentang hal-hal seperti itu, misalkan perjudian yang makin marak, riba, zina, minuman keras dsb. Bahkan hal yang paling krusial yaitu menutup aurat, dimana perintahnya itu langsung dari ALLAH. Itu bukan MUI yang minta, bukan Ustadz yang sarankan, bukan pula Rasul yang menyuruh, tapi perintah langsung tegas jelas dari ALLAH AL-QAHIR (Maha Perkasa). Dan ALLAH pun dengan jelas memberikan reward pada manusia yang menjalankan perintah-NYA yaitu masuk ke surga-NYA.

Tapi kenyataannya berbeda, banyak orang tahu tapi tidak dilakukan... Memang dosa itu adalah sesuatu yang salah kalau orang tersebut tahu itu salah. Sudah tahu salah, tetep dilakukan, ya itu namanya nyeleneh. Makanya dengan geram, Ustadz Hari Moekti dengan suara khasnya yang menggelegar (maklum beliau dulu kan rocker) berkata apakah memang harus dipaksa masuk surga. Kalo iya, saya akan paksa kamu berbuat baik, saya paksa kamu ikut perintah ALLAH, saya paksa kamu masuk surga.

Kembali ke diri kita sendiri, seperti apa sih sebetulnya kita ini, apa memang kita masuk salah satu orang yang harus dipaksa masuk surga, kenapa gak kita sendiri yang sadar untuk mencapai ridha ALLAH tanpa harus dipaksa.


Jadi gimana? Mau dipaksa atau masuk dengan kesadaran? Terserah Anda.... :)

Thursday, May 31, 2012

Feel Trapped or Feel Blessed... or Don't Care

Gara-gara diskusi selepas shalat maghrib di kantor, saya jadi teringat tentang suatu topik yang sangat melekat di memori saya. Mungkin kalau topik ini dibawakan oleh orang lain mungkin ingatan saya akan samar2. Namun saya ingat dengan baik semua yang pembicara katakan waktu itu dengan gaya lugas, rapi dan penuh semangat yang khas ala Cak Nun atau Emha Ainun Najib.

Kala itu masuk bulan Ramadhan, saya menyempatkan diri untuk mengikuti tarawih berjamaah di Masjid Baitul Ihsan, BI. Kebetulan sang penceramah adalah Cak Nun, saya sudah tahu dari awal sebetulnya namun belum pernah sekalipun mengikuti ceramah beliau, jadi sempatkan untuk datang ke sana. Beliau membuka dengan banyak hal namun intinya beliau mencoba membuat para jamaah berpikir dari sisi yang berbeda tapi menuju ke arah yang sama. Salah satu statemen yang beliau ungkapkan adalah tentang munafik dan mukmin. Beliau bertanya apakah Anda lebih mau diakui sebagai munafik atau mukmin. Forum didominasi dengan jawaban kedua, saya juga sih. Tapi ternyata beliau memilih jawaban pertama, sebagai munafik. Mengapa.... karena dengan begitu beliau akan merasa masih jauh dari ALLAH, masih jauh dari ampunan ALLAH, dan beliau harus terus mengejar itu sampai akhir hayat, dibandingkan disebut mukmin dan langsung merasa dekat dengan ALLAH, puas dengan usaha taqarrub ilallah... Mmm, oke, cara pandang yang berbeda kan...

Tapi yang membuat saya tertegun pada saat beliau membahas topik ini. Dibuka kembali dengan pertanyaan seperti biasa. Dengan menunjukkan tangannya beliau berkata "Ini apa?" kemudian langsung dijawab kembali "Tangan Emha". Kemudian kembali bertanya "Ini apa? Kaki Emha... Ini? Mata Emha... Ini? Kepala Emha... Ini semua? tubuh Emha...". Saya mulai bingung arahnya ke mana sampai akhirnya diutarakan satu statemen yang membuat jelas semuanya. Beliau berkata "Kalau ini tangan Emha, ini kaki Emha, ini kepala Emha, ini tubuh Emha, terus Emha-nya di mana?" Jeng jeng.... Beliau meneruskan "Emha ada di tangan ALLAH".

Beliau mungkin cuma membahas ini 5 menit saja, tapi itu merangsang otak saya untuk berpikir. Sebetulnya kita itu ada di mana sendiri, kita tidak tahu jawaban tepatnya apa. Kalau begitu, Ito itu ada di dalam tubuh ini yang tumbuh dari dulu hingga sekarang, namun tidak dapat keluar dan kembali lagi seenaknya. Terperangkap dong?? Hingga akhirnya nanti akan meninggalkan tubuhnya. Mmmm.... Saya dulu pernah berpikir seperti itu. Wah terperangkap di tubuh yang sempurna tapi bagi sebagian orang yang kurang bersyukur merasa tidak sempurna. Terus kalau tahu terperangkap apakah kita harus memberontak, mau melawan siapa? ALLAH kah? Sudah jelas pasti tidak bisa. Namun sekali lagi, cara berpikir kita harus diubah. Daripada memberontak karena merasa terperangkap, mending kita ikuti saja aturan main yang sudah ditetapkan oleh Dzat yang menyimpan kita ke tubuh ini. 

Laksananya kita di dalam mobil yang terkunci, kalau misalkan kita merasa terperangkap dan memberontak, sia-sia aja dengan mencoba memecahkan jendela, banting pintu, klakson sekerasnya atau lain-lain. Ternyata di dalam mobil itu ada petunjuk penggunaan, bagaimana cara menjalankan mobil, mengerem, belok arah dan sebagainya sebagaimana kita memiliki Al Quran. Maka dengan petunjuk itu kita bisa belajar menjalankannya, hingga lama-lama menjadi mahir.... Bahkan kita bisa berkeliling dunia menggunakannyaa... ajib kan. 

Memang terkadang kita suka mempertanyakan kenapa kita harus dilahirkan ke dunia, tapi daripada merasa terperangkap lebih baik kita bersyukur saja dengan mengikuti apa sih yang Sang Pencipta inginkan dari kita melalui petunjuk-petunjuk-NYA. 

So... do you feel trapped or feel blessed... or  don't care? It's all yours.....

Saturday, May 26, 2012

Allahummaghfirlaha ya ALLAH

Banyak pasang mata memandangku seketika begitu memasuki pagar rumah. Beberapa dari mereka memandang dengan rasa iba dan sedih. “Ada apa ya bu?” tanyaku kepada salah satu tetangga rumah. Namun dia tidak menjawab. Ku bertanya kepada tamu yang lain, tapi tetap mendapatkan respon yang sama. Akhirnya kuberanikan diri masuk ke dalam rumah. Ini rumahku sendiri, tapi kok tiba-tiba ku merasa asing di sini, seperti memasuki rumah yang sudah tidak jelas lagi siapa tuan rumahnya karena banyaknya orang.

Tepat di depan pintu utama rumah, aku langsung disergap oleh salah satu Uwa-ku, beliau kakak dari ibuku. “Sabar ya to, kita mesti ikhlas” bisiknya. Darah serasa naik ke ubun-ubun, bulu kudukku merinding, seketika tenaga menghilang, namun pikiranku menuju satu orang. NINA…. NENEKKU.

Setelah melepaskan diri dari Uwa, ku langsung bergegas menuju ruang tengah, di sana terdapat tempat tidur yang tidak berkasur tergeletak yang biasanya sering ditiduri olehku. Di depannya kukenali beberapa Uwa, Om dan Tanteku sedang membaca Yasin. Biasanya ku langsung menghampiri mereka dan mencium tangan mereka, namun kali ini, ku hanya tersenyum di dalam luapan perasaan ini.

Ku berusaha mencari ibu, ke ruang makan, tapi tidak ada di sana. “To…” suara yang tidak asing memanggilku dari arah dapur. “Ma.. kenapa Nina Ma, kok Ito ga dikasih tau?” tanyaku dengan suara parau. “Maafin, semuanya berlangsung cepat, mama ga sempet ngapa2in, “ balasnya. Kupandangi wajah beliau dengan air mata yang mungkin sudah kering waktu itu, namun tetap terlihat bekasnya. “Ikut mama yuk,” sambil menggandengku. Akupun berjalan di sampingnya.

Ternyata, ibu menuntunku ke garasi rumah, di sana kulihat ayah, tante, dan beberapa keluarga sedang melingkari sesosok jenazah. Ya, itu jenazah Nina. Setiap orang memelukku dengan erat sambil terseguk seguk, kubalas dengan suara yang sama. Hingga pada saat ibu memberikanku gayung untuk memandikan jenazah. “To, siram pelan-pelan ke wajah  Nina ya, doain mudah2an jalannya dimudahkan ALLAH” kata ibu.

Bismillahirrahmanirrahim, kusiramkan ke wajah beliau yang pada saat itu bersih sekali. Sekilas ku ingat wajah beliau yang sedang tersenyum, sedang tertawa, bahkan sedang jengkel kepadaku. Tapi sekarang beliau hanya diam kaku tanpa ekspresi. Ku ingat dengan jelas pada saat ulang tahunku yang terakhir, beliau berpesan untuk terus menuntut ilmu hingga kapanpun. Wajarlah karena beliau seorang kepala sekolah sebelum pensiun. Pendidikan nomor satu menurut beliau. Tapi waktu itu aku hanya membalas sekenanya. Karena memang usiaku masih 13 tahun dan duduk di kelas 2 SMP.

Setelah selesai proses pemandian, jenazah kemudian dibungkus dan disimpan di tempat tidur tengah ruangan tadi. Aku pun menuju ke kamarku di loteng. Di dalamnya ternyata sudah dipenuhi oleh sepupu-sepupuku yang ternyata sudah berkumpul sebelumnya. Hanya satu yang terlintas dibenakku saat itu. Kok, sepertinya aku orang terakhir yang tahu bahwa Nina meninggal, padahal aku cucu pertama dan yang paling sering berinteraksi dengannya. Tapi sudahlah, bukan sesuatu yang harus dipikirkan dalam2.

Sesaknya kamar, membuatku menuju atap rumah tempatku biasa menghabiskan waktu jika sedang suntuk atau sekedar menenangkan diri. Tapi untuk pertama kali aku berteriak ke angkasa, dan mempertanyakan kepada Sang Khalik tentang peristiwa ini. Setelah tenang, ku kembali ke dalam rumah, dan mencari ibu untuk mendapatkan cerita lengkap tentang proses sakaratul maut beliau.

Ya… hari ini hari yang tidak biasa, hari di mana Nina berpulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Rumah sakit yang mungkin sudah kami hapal tiap sudutnya karena sering sekali menunggui Nina di sana. Beliau meninggal tepat pukul 12 siang saat adzan menyeru untuk shalat Jumat berkumandang. Hari ini, 17 tahun yang lalu.

In Memorian of Rd. Hj. Nana Permana, 17th July 1921 – 26th May 1995
Allahummagfirlaha, warhamha, waafihi, wafuanha…. Ya ALLAH.

Nina, Ito sekarang hampir menyelesaikan S2, mudah2an sesuai dengan harapan Nina dulu. :)

Harusnya Hari ini Hari Biasa


“Panas banget, males keluar rumah” pikirku melihat cuaca hari ini. Jam 10, saya harus pergi ke sekolah karena mengejar shalat Jumat di sana. Ya bukan pemandangan yang aneh kalau di jalan daerah Kopo macet dan susah sekali bergerak. Seminggu terakhir, ibu selalu berjaga di rumah sakit menunggui Nina, begitulah kami memanggil nenek yang sudah sebulan ini dirawat di sana. Makan pun terpaksa memasak telur sendiri.
Akhirnya dengan baju batik yang sudah menempel di tubuh, saya paksakan diri keluar hari itu walau panas. Jalan kaki, yak, jalan kaki sampai ke depan kompleks soalnya becak jam segitu agak jarang. Sampai depan, saya mencegat angkot yang lewat dan berharap sampai sekolah tepat waktu. Jarak sekolahku memang agak jauh, dari Kopo ke Dewi Sartika atau akrab dengan nama Kebon Kelapa lumayan jauh, satu jam biasanya. Yak, hari ini hari biasa saja, tidak ada yang istimewa.

-------

To, maneh geus ningali pengumuman kamari (kamu sudah liat pengumuman kemarin)?” tiba-tiba sobat ku Ateng memecah lamunan. Pasti pada heran, kok masih ada yang dikasih nama Ateng hari gini. Maklumlah ini panggilan kesayangan dari teman-teman di sekolah.
 “Can euy, ke we lah (belum neh, nanti aja)” timpalku selewat.
Maneh ka lima nyaho (kamu tuh urutan kelima, tau)” balas Ateng sambil menunjuk ke papan pengumuman yang berdiri dekat mushala belakang sekolah. Tak lepas dari tangannya satu tahu dan satu cabai rawit, memang waktunya istirahat sekolah.
Wah, lumayan euy asup unggulan (lumayan deh masuk unggulan),” dengan tersenyum saya bereaksi.
Itu hasil tryout kemarin, sedikit menentukan kelas mana yang akan kita masuki nanti pada saat kenaikan kelas 3. Lumayanlah, bisa masuk ke lima besar, dan Ateng tentu dia selalu nomor satu di sekolah dan dipastikan kita akan sekelas kembali dan sedikit lagi menuju SMU 3 yang menjadi favorit kita. Sedikit tidak biasa, tapi saya masih anggap ini hari yang biasa.

-------

Saya berdiri sekitar 10 menit di depan sekolah untuk menunggu angkot yang biasa mengantarku pulang. Sebetulnya biasanya tidak selama itu, tapi karena saya menunggu Ateng dulu. Perjalanan ditempuh dalam waktu kurang lebih sama dengan pada saat berangkat, karena jika masuk pukul 5 sore, jalanan sudah mulai ramai lagi dan perjalanan akan lebih lama. Selama di dalam mobil, saya berdiskusi dengan Ateng diselingi juga dengan sedikit memejamkan mata hanya untuk menghabiskan waktu di jalan. Sampai depan kompleks, saya berjalan ke rumah kembali. Tidak ada yang aneh, semua biasa saja. Hari ini hari biasa.

-------

Sambil mengunyah kacang polong kesukaanku yang dibeli dari warung depan kompleks, saya berjalan hingga belokan terakhir menuju rumah. Setelah terlihat rumah saya dari kejauhan, ada yang aneh di sana. Ada yang tidak biasa. Ada sesuatu yang seharusnya tidak ada di sana. Ada tenda hijau yang lazimnya untuk syukuran. Aneh, kok ibu tidak cerita sebelumnya kalau akan ada acara hari ini. Perlahan mendekat, dan akhirnya saya melihat suatu benda yang membuat saya berlari kencang., sekencang-kencangnya bahkan melupakan kacang polong yang berhamburan dari bungkusnya di tangan saya. BENDERA KUNING! Itu yang saya lihat… “TIDAK!!… HARI INI SEHARUSNYA JADI HARI YANG BIASA SAJA!…TIDAK BOLEH! Hari ini hari biasa aja… tidak seharusnya ada yang tidak biasa… tapi.. tapi… kok…”

-------

Hari itu tepat 17 tahun yang lalu, tidak menjadi hari biasa lagi….

Wednesday, May 23, 2012

Fisimarketing: Fisika dalam Marketing

Dua hari ini, saya mengikuti training di kantor tentang Marketing yang disampaikan langsung oleh Professor Govindrajan dari India. Jika melihat cara beliau berbicara dan menyampaikan topik, semua orang langsung tahu bahwa ini orang sangat ahli atau seorang marketing expert. Cara menyajikannya pun sangat unik dengan dua pertanyaan favorit beliau yaitu "why" dan "so what", memacu kita untuk terus berpikir sepanjang training.

Dengan bercerita tentang studi kasus yang telah terjadi, kami (para trainee) menjadi lebih paham bagaiman teori-teori marketing ini diterapkan. Sebetulnya saya pernah mendapatkan topik seperti ini di Marketing Management pada saat kuliah kemarin, tapi lebih ke arah teori dasar, tidak langsung dalam aplikasi.

Namun yang paling menarik adalah pada saat beliau menceritakan bahwa "we should think out of the box", salah satunya dengan menerapkan rumus fisika di dalam marketing. Mmmm, interesting... Dan beliau bercerita tentang momentum.

Momentum atau biasa dilambangkan dengan "P" adalah ukuran pergerakan suatu benda atau bisa juga dikatakan sebagai suatu ukuran kesukaran untuk mendiamkan benda bergerak. Contohnya pada bola biliard dan bola pingpong. Jika kedua bola ini bergerak dengan kecepatan yang sama, maka gaya atau kekuatan yang dibutuhkan untuk menghentikan bola billiard akan lebih besar dibandingkan bola pingpong, karena massanya yang lebih tinggi. Oleh karena itu, momentum (P) selalu diwujudkan dengan perkalian antara massa (m) dengan kecepatan (v). Dan momentum ini layaknya energi, bersifat kekal, jika kita melihat bola billiard, pada saat bola 1 menyentuh bola 2, kecepatan bola 1 berkurang namun kecepatan bola 2 bertambah dan jika dijumlah akan sama pada saat pertama kali bola 1 bergerak dst.

Serunya adalah pada saat Prof. Govindrajan berkata momentum itu bisa diaplikasikan dalam marketing dan dia akan berperan seperti market share. Mmm... tambah bingung. Mungkin bagi sebagian orang, tahu hal ini sejak dulu, tapi ini benar2 baru untuk saya. Gimana caranya. Beliau menjelaskan anggap massa (m) sebagai jumlah konsumen atau users dan kecepatan (v) digantikan dengan frekuensi pembelian, maka kita akan mendapatkan market share. Jadi market share itu adalah perkalian dari banyaknya konsumen atau users dengan frekuensi pembelian. Frekuensi pembelian di sini adalah rata-rata rentang waktu antara dua pembelian untuk merek yang sama. Hahaha, make sense kok. Ajiibb...

Sebetulnya saya juga pernah mengikuti perkuliahan Entrepreneurship yang menggunakan rumus fisika diaplikasikan dalam marketing. Waktu itu yang dibahas adalah gaya tarik menarik dihubungkan dengan pengaturan letak toko atau franchise. Misalkan kita ambil minimarket yang mulai marak sekarang ini, Alfamart deh. Untuk satu Alfamart di satu lokasi, baru diperbolehkan membuka Alfamart baru dengan jarak radius sekitar 1 km, jika kurang akan terjadi gaya tarik menarik yang tidak seimbang antara keduanya. Sebutlah rumus gaya tarik menarik adalah:

F=  (k.q1.q2) / r^2 ,
dimana F (gaya tarik menarik), k (konstanta), q1 (muatan atau massa benda 1), q2 (muatan atau benda 2), dan r (jarak antara q1 dan q2).

Anggaplah q1 sebagai kekuatan keinginan konsumen untuk membeli barang dan q2 adalah kekuatan Alfamart untuk menarik konsumen. Dan menetapkan konstanta (k) khusus untuk minimarket kategori. Jika kita bandingkan F1 untuk Alfamart yang pertama dan F2 untuk Alfamart kedua, kita dapat melihat manakah yang lebih kuat menarik konsumen, sehingga bisa diatur jarak agar F1 dan F2 tidak berbeda secara signifikan sehingga keduanya untung. Perhitungan lain dapat digunakan pula untuk kompetitor. Misalnya di daerah kita terdapat Alfamart sejauh x km, dan Indomaret sejauh y km. Kita dapat menghitung seberapa kuat dan bandingkan antara kedua minimarket ini. Maka ke sanalah biasanya kita akan pergi. Sebetulnya ini di luar kesadaran konsumen sendiri, tapi tetap bisa dihitung. :)

Mudah2an tidak terlalu membosankan penjabarannya.  Mungkin ada yang mau share tentang rumus fisika lainnya yang bisa diaplikasikan di marketing, please do let me know. Hehehe....

Sunday, May 20, 2012

Incredible Chelsea!

Only one word... Incredible!

Itulah kesan yang saya dapat ketika melihat pertandingan yang baru saja selesai Final UEFA Champions League (UCL) antara Bayern Munchen dengan Chelsea. UCL kali ini sangat menarik, kalau Barcelona, Madrid atau bahkan Munchen yang juara, tidaklah sesuatu yang mengejutkan, tapi Chelsea berhasil mendobrak dominasi para juara ini dan menjadi pemenang untuk pertama kalinya.

Sebelum pertandingan, kebanyakan orang akan menduga Bayern-lah yang akan tampil sebagai pemenang. Walaupun di liga mereka terseok-seok, namun penampilan di UCL sangatlah mengesankan. Apalagi untuk pertama kalinya di Final UCL, di mana tim dari tempat berlangsungnya final menjadi finalis. FYI, tempat pertandingan final UCL ditentukan di awal. Untuk 2011/2012, UEFA sudah menentukan Allianz Arena (kandang Bayern) sebagai tempat pertandingan final, eh Bayern-nya malah masuk final juga. Wajar banyak orang memilih Bayern akan menjadi juara. Sedangkan Chelsea, di English Premier League (EPL) saja mereka peringkat ke-enam, masuk ke final pun sedikit kesulitan.

Dimulai dengan permainan hati-hati dan cenderung lambat (tipikal pertandingan final), semua penonton akan sekali lagi mengkonfirmasi prediksi mereka bahwa Bayern akan juara setelah Mueller mencetak gol di menit ke-82. Chelsea underdog...., namun mereka dapat memberikan perlawanan melalui gol Drogba 2 menit sebelum babak kedua berakhir. Akhirnya perpanjangan waktu pun dilakukan.

Beberapa saat, penonton kembali berpikir Bayern akan juara setelah mereka mendapatkan tendangan penalti hasil pelanggaran Drogba terhadap Ribery. Tapi lagi-lagi dipatahkan oleh Chelsea melalui kiper andalan mereka, Petr Cech. Dan dilakukanlah adu penalti karena setelah 120 menit, tak ada pemenang.

Lagi-lagi, Bayern di atas angin ketika hingga penendang ketiga, mereka berhasil memanfaatkan tendangan penalti sedangkan Chelsea tertinggal 1 gol. Namun juga, lagi-lagi (lama2 jadi gila-gila, kekeke) Chelsea berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak gol dari dua penendang terakhir dan Cech berhasil menggagalkan satu penendang Bayern dan satu lagi terkena tiang. Chelsea-lah juaranya.

Kalau diambil hikmahnya, saya berpikir, inilah hidup. Banyak orang mengunderestimate Chelsea melihat dari keadaan mereka yang tidak stabil. Perpindahan pelatih, perpecahan antar pemain, masalah isu rasial, dan sebagainya. Apalagi mereka melawan tim-tim yang sudah dianggap lebih mapan, seperti Benfica, Napoli, bahkan Barcelona. Pada saat melawan Napoli, pertandingan pertama mereka kalah 1-3, namun bangkit dengan membungkam lawan yang sama dengan 4-1. Menghadapi Benfica, mereka hampir tersingkir pada pertandingan kedua tertinggal 0-1 namun berhasil dibalikkan dengan 2-1. Di semifinal lebih gila lagi, kalah ball possession 70:30 dari Barcelona namun mereka berhasil lagi lolos dengan aggregate 3-2. Puncaknya mereka mengalahkan Bayern yang notabene tuan rumah. Tidak banyak yang mengira, sekali lagi, tidak banyak yang mengira bahwa mereka akan juara. Bahkan fans Chelsea sekali pun, cuma harapan saja. Tapi merekalah juaranya. Bukan Barcelona dengan taktik tiki taka yang memukau dunia, Bayern dengan sepakbola kolektifnya yg merupakan miniatur timnas Jerman, atau Napoli sang pendobrak baru dengan permainan efektif dan tiga trisulanya. Ditambah Madrid dan Manchester City yang bergelimang harta. Chelsea lah yang menang dengan kerja keras dan pantang semangatnya.

Cara berpikir orang lain memang tidak bisa diubah apalagi dikontrol. Biarlah mereka meng-underestimate kita. Yang menjadi hal yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya. Chelsea memberikan pelajaran untuk saya, bahwa jangan putus asa, terus semangat dan pantang menyerah, Biarlah mereka yang merevisi kembali opininya bukan karena paksaan tapi karena hasil yang kita bawa. Dan jangan pula membenci mereka, karena dengan adanya mereka, motivasi kita bertambah, coba kalau adem ayem aja, mungkin tidak ada perubahan yang berarti dalam hidup. Semangat!!!

Again, congratulations to our new champs, Chelsea. Mudah2an terus dapat menularkan filosofi2 baik di dalam sepakbola, dan doain juga Arsenal bisa seperti kalian... tetep ngarep :p

Dari Allianz Arena, Munchen.... Ito melaporkan....