Wednesday, May 23, 2012

Fisimarketing: Fisika dalam Marketing

Dua hari ini, saya mengikuti training di kantor tentang Marketing yang disampaikan langsung oleh Professor Govindrajan dari India. Jika melihat cara beliau berbicara dan menyampaikan topik, semua orang langsung tahu bahwa ini orang sangat ahli atau seorang marketing expert. Cara menyajikannya pun sangat unik dengan dua pertanyaan favorit beliau yaitu "why" dan "so what", memacu kita untuk terus berpikir sepanjang training.

Dengan bercerita tentang studi kasus yang telah terjadi, kami (para trainee) menjadi lebih paham bagaiman teori-teori marketing ini diterapkan. Sebetulnya saya pernah mendapatkan topik seperti ini di Marketing Management pada saat kuliah kemarin, tapi lebih ke arah teori dasar, tidak langsung dalam aplikasi.

Namun yang paling menarik adalah pada saat beliau menceritakan bahwa "we should think out of the box", salah satunya dengan menerapkan rumus fisika di dalam marketing. Mmmm, interesting... Dan beliau bercerita tentang momentum.

Momentum atau biasa dilambangkan dengan "P" adalah ukuran pergerakan suatu benda atau bisa juga dikatakan sebagai suatu ukuran kesukaran untuk mendiamkan benda bergerak. Contohnya pada bola biliard dan bola pingpong. Jika kedua bola ini bergerak dengan kecepatan yang sama, maka gaya atau kekuatan yang dibutuhkan untuk menghentikan bola billiard akan lebih besar dibandingkan bola pingpong, karena massanya yang lebih tinggi. Oleh karena itu, momentum (P) selalu diwujudkan dengan perkalian antara massa (m) dengan kecepatan (v). Dan momentum ini layaknya energi, bersifat kekal, jika kita melihat bola billiard, pada saat bola 1 menyentuh bola 2, kecepatan bola 1 berkurang namun kecepatan bola 2 bertambah dan jika dijumlah akan sama pada saat pertama kali bola 1 bergerak dst.

Serunya adalah pada saat Prof. Govindrajan berkata momentum itu bisa diaplikasikan dalam marketing dan dia akan berperan seperti market share. Mmm... tambah bingung. Mungkin bagi sebagian orang, tahu hal ini sejak dulu, tapi ini benar2 baru untuk saya. Gimana caranya. Beliau menjelaskan anggap massa (m) sebagai jumlah konsumen atau users dan kecepatan (v) digantikan dengan frekuensi pembelian, maka kita akan mendapatkan market share. Jadi market share itu adalah perkalian dari banyaknya konsumen atau users dengan frekuensi pembelian. Frekuensi pembelian di sini adalah rata-rata rentang waktu antara dua pembelian untuk merek yang sama. Hahaha, make sense kok. Ajiibb...

Sebetulnya saya juga pernah mengikuti perkuliahan Entrepreneurship yang menggunakan rumus fisika diaplikasikan dalam marketing. Waktu itu yang dibahas adalah gaya tarik menarik dihubungkan dengan pengaturan letak toko atau franchise. Misalkan kita ambil minimarket yang mulai marak sekarang ini, Alfamart deh. Untuk satu Alfamart di satu lokasi, baru diperbolehkan membuka Alfamart baru dengan jarak radius sekitar 1 km, jika kurang akan terjadi gaya tarik menarik yang tidak seimbang antara keduanya. Sebutlah rumus gaya tarik menarik adalah:

F=  (k.q1.q2) / r^2 ,
dimana F (gaya tarik menarik), k (konstanta), q1 (muatan atau massa benda 1), q2 (muatan atau benda 2), dan r (jarak antara q1 dan q2).

Anggaplah q1 sebagai kekuatan keinginan konsumen untuk membeli barang dan q2 adalah kekuatan Alfamart untuk menarik konsumen. Dan menetapkan konstanta (k) khusus untuk minimarket kategori. Jika kita bandingkan F1 untuk Alfamart yang pertama dan F2 untuk Alfamart kedua, kita dapat melihat manakah yang lebih kuat menarik konsumen, sehingga bisa diatur jarak agar F1 dan F2 tidak berbeda secara signifikan sehingga keduanya untung. Perhitungan lain dapat digunakan pula untuk kompetitor. Misalnya di daerah kita terdapat Alfamart sejauh x km, dan Indomaret sejauh y km. Kita dapat menghitung seberapa kuat dan bandingkan antara kedua minimarket ini. Maka ke sanalah biasanya kita akan pergi. Sebetulnya ini di luar kesadaran konsumen sendiri, tapi tetap bisa dihitung. :)

Mudah2an tidak terlalu membosankan penjabarannya.  Mungkin ada yang mau share tentang rumus fisika lainnya yang bisa diaplikasikan di marketing, please do let me know. Hehehe....

1 comment:

iT0 said...
This comment has been removed by the author.